04 Februari, 2010

Menjadi Besar dengan Niat yang Benar


Penyesalan Ahli Surga
“Tidak ada sesuatu yang paling disesali oleh para penghuni surge kecuali atas suatu saat yang pernah mereka lalui di dunia yang tidak mereka gunakan untuk mengingat Allah di dalamnya (HR. Thabrani dishahihkan oleh Al Bani)

“Berapa banyak amal yang remeh menjadi besar gara-gara niat. Dan berapa banyak amal yang besar menjadi remeh gara-gara niat.” (Abdullah Bin Mubarak)

Sebagian ulama menegaskan ‘’innamal a’malu bin niyaat’’ maksudnya sebagai ”innama kamaalul a’maal” sesungguhnya sempurnanya amal adalah dengan niat. Inilah yang menjadi dasar setiap amal. Meluruskan niat merupakan cara membangun fondasi amal agar memiliki nilai, makna, dan arti.

Ikhlas itu amal hati, syarat diterimanya amal dan ibadah. Jangan-jangan prestasi yang kita punya sirna di hadapan Allah karena tidak didasari niat yang benar, tidak dibingkai keikhlasan dan jauh dari keridhaan Allah. Seperti kisah tiga orang “penting” yang diseret ke neraka karena salah niat. Padahal mereka adalah tokoh-tokoh terkemuka yang prestatif di tengah kaumnya, tetapi mereka diseret ke neraka terbongkar niat busuk dan buruk yang tersimpan rapi dilubuk hati mereka yang paling dalam. Siapakah mereka? Mereka adalah motor penggerak masyarakat yang sangat berperan dalam merubah kondisi masyarakat.
Mereka adalah:

1. Orang alim, yang banyak ilmunya.
2. Dermawan, orang yang banyak dermanya.
3. Mujahid, orang yang gemar berjihad.

Ketiga golongan ini telah diperingatkan Rosulullah saw dalam sabdanya :

“Yang pertama kali dibakar api neraka pada hari Kiamat adalah tiga golongan, orang alim, mujahid, dan dermawan. Adapun orang alim, maka Allah mendatangkan dan menanyainya:” Apa yang dahulu engkau perbuat di dunia?” Dia menjawab:” Aku menuntut ilmu di jalan-Mu, lalu aku sebarkan ilmu itu karena mencari keridhaan-Mu.” Maka dikatakan kepadanya : “ Engkau dusta! Sebenarnya engkau mencari ilmu supaya dikatakan sebagai orang alim.” Kemudian diperintahkan malaikat penjaga neraka untuk menyeretnya, maka dilemparkan dia ke dalam neraka. Kemudian didatangkan seorang dermawan, maka dia ditanya : “ Apa yang dahulu engkau perbuat di dunia?” Dia menjawab : ” Aku mencari harta yang halal, kemudian aku infaqkan harta itu di jalan-Mu.” Maka dikatakan kepadanya : “Engkau dusta! Engkau infaqkan hartamu supaya manusia menyebutmu dermawan.” Kemudian diperintahkan malaikat penjaga neraka untuk menyeretnya, maka dilemparkan dia ke dalam neraka.
Kemudian yang ketiga, “Apa yang dahulu engkau perbuat di dunia?” Dia menjawab : “Aku berperang di jalan Allah, sehingga aku mati terbunuh.” Maka dikatakan kepadanya : “Engkau dusta! Engkau berperang supaya dikatakan orang sebagai pemberani” Maka diperintahkan malaikat penjaga neraka untuk menyeretnya, maka dilemparkan dia ke dalam neraka.”
(Sebagaimana sabda Rasul dalam Riwayat Muslim)

Para ulama meletakkan hadits Niat di awal pembicaraan tentu bukan tanpa maksuddan tujuan. Allah SWT Berfirman :

“Katakanlah, ‘Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah Tuhan semesta alam, tiada sekutu bagi-Nya dan demikianlah itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah).’ ” (Al-An’am: 162-163)

Sumber : Zero to Hero

Tidak ada komentar:

Posting Komentar